Proses Pembentukan Tanah

Tugas Mata Kuliah Geografi Tanah (Semester 2) Universitas Lampung

PROSES PEMBENTUKAN TANAH

Pendahuluan

Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran penopang tegak, tempat tumbuhnya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara. Secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl). Dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat – zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi tanaman, yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman pangan, tanaman obat-obatan, industri perkebunan, maupun kehutanan.
Tanah yang ada di bumi ini, tidak langsung terjadi secara tiba – tiba. Akan tetapi, melalui beberapa proses hingga menjadi tanah yang seperti sekarang. Mulai dari berbentuk batuan hingga mengalami pelapukan dan berubah menjadi tanah.
Proses pembentukan tanah dan faktor – faktor yang mempengaruhi pembentukannya akan dibahas lebih lanjut pada bab selanjutnya.

Isi

Pengertian Tanah

Ada banyak definisi tentang tanah (Soil). Namun, definisi secara simpelnya tanah (Soil) adalah material hasil pelapukan yang menutupi batuan asalnya. Perlu diketahui bahwa batuan yang berada di atas permukaan bumi ini akan mengalami proses pelapukan. Tanah dipandang sebagai suatu benda alam yang terdiri dari bahan – bahan anorganik yang disebut mineral dan didapat dari batuan yang telah mengalami pelapukan, yang juga terbentuk akibat perubahan cuaca dan aktifitas berbagai mahluk hidup diatasnya seperti hewan dan tumbuhan.
Bahan – bahan anorganik ini terdiri dari sisa – sisa makhluk hidup yang telah lapuk. Dan akhir dari proses pelapukan batuan adalah terbentuknya pecahan – pecahan batuan yang lebih kecil yang natinya akan menjadi tanah. Tanah merupakan campuran dari berbagai mineral, bahan – bahan organik, air dan udara. Pada umumnya tanah tersusun atas 45% pecahan batuan, 5% humus, dan 50% rongga (pori) yang terisi oleh air dan udara. Berubahnya bahan – bahan anorganik dan bahan organik menjadi butir – butir tanah disebabkan oleh beberapa faktor, yakni :
Pemanasan matahari pada siang hari dan pendinginan pada malam hari,
Batuan yang sudah retak, pelapukan dipercepat oleh air,
Akar tumbuh – tumbuhan dapat memecah batu – batuan sehingga hancur,
Binatang – binatang kecil seperti cacing tanah, rayap dan sebagainya yang membuat lubang dan menghancurkan batuan,
Pemadatan dan tekanan pada sisa – sisa zat organik akan mempercepat terbentuknya tanah.

Proses Pembentukan Tanah

Pembentukan tanah di bagi menjadi empat tahap:

Tahap I : Pada tahap ini permukaan batuan yang tersingkap di permukaan akan berinteraksi secara langsung dengan atmosfer dan hidrosfer. Keadaan ini akan menyebabkan permukan batuan ada pada kondisi yang tidak stabil. Pada keadaan ini lingkungan memberikan pengaruh berupa perubahan – perubahan kodisi fisik seperti pendinginan, pelepasan tekanan, pengembangan akibat panas (pemuaian), juga kontraksi (biasanmya akibat pembekuan air pada pori – pori batuan membentuk es), yang menyebabkan terjadinya pelapukan secara fisik (disintegrasi). Pelapukan fisik ini membentuk rekahan – rekahan pada permukaan batuan (Cracking) yang lama kelamaan menyebabkan permukaan batuan terpecah – pecah membentuk material lepas yang lebih kecil dan lebih halus.

Kemudian selain itu, akibat berinteraksinya permukan batuan dengan lapisan atmosfer dan hidrosfer juga akan memicu terjadinya pelapukan kimiawi (Dekomposisi) diantaranya proses oksidasi, hidrasi, hidrolisis, pelarutan dan lain sebagainya. Menjadikan permukaan batuan lapuk, dengan merubah struktur dan komposisi kimiawi material batuannya. Membentuk material yang lebih lunak dan lebih kecil (terurai) dibanding keadaan sebelumnya, seperti mineral – mineral lempung.

Tahap II : Pada tahap ini, setelah mengalami pelapukan bagian permukaan batuan yang lapuk akan menjadi lebih lunak. Kemudian rekahan – rekahan yang terbentuk pada batuan akan menjadi jalur masuknya air dan sirkulasi udara. Sehingga dengan proses – proses yang sama, terjadilah pelapukan pada lapisan batuan yang lebih dalam. Selain itu, Pada tahap ini di lapisan permukaan batuan mulai terdapat calon makhluk hidup (Organic Matter).

Tahap III : Pada tahap ini, di lapisan tanah bagian atas mulai muncul tumbuh – tumbuhan perintis. Akar tumbuhan ini membentuk rekahan pada lapisan – lapisan batuan yang ditumbuhinya (mulai terjadi pelapukan Biologis). Sehingga rekahan ini menjadi celah/ jalan untuk masuknya air dan sirkulasi udara.

Selain itu, dengan kehadiran tumbuhan, material sisa tumbuhan yang mati akan membusuk membentuk humus (akumulasi asam organik). Pada dasarnya humus memiliki sifat keasaman. Proses pelapukan akan dipicu salah satunya oleh adanya faktor keasaman. Sehingga dengan hadirnya humus akan mempercepat terjadinya proses pelapukan. Pembentukan larutan asam pun terjadi pada akar-akar tanaman. Akar tanaman menjadi tempat respirasi (pertukaran antara O2 dan CO2) serta traspirasi (sirkulasi air).

Air yang terinfiltrasi ke dalam lapisan tanah akan membawa asam humus yang ada di lapisan atas melalui rekahan – rekahan yang ada. Menjangkau lapisan batuan yang lebih dalam. Ini semua akan menyebabkan meningkatnya keasaman pada tanah yang kemudian akan memicu terjadinya pelapukan pada bagian-bagian tanah serta batuan yang lebih dalam. Membentuk lapisan – lapisan tanah yang lebih tebal.

Dengan semakin tebalnya lapisan-lapisan tanah, air yang tefiltrasi ke dalam lapisan tanah dapat melakukan proses pencucian(leaching) terhadap lapisan-lapisan yang dilaluinya. Sehingga tahapan ini merupakan awal terbetuknya horizon-horozon tanah.

Tahap IV : Pada tahap ini, tanah telah menjadi lebih subur. Sehingga tumbuhlah tumbuhan – tumbuhan yang lebih besar. Dengan hadirnya tumbuhan yang lebih besar, menyebabkan akar – akar tanaman menjangkau lapisan batuan yang lebih dalam. Sehingga terbentuk rekahan pada lapisan batuan yang lebih dalam. Pada tahapan ini lapisan humus dan akumulasi asam organik lainnya semakin meningkat. Seperti proses yang dijelaskan pada tahap – tahap sebelumnya, keadaan ini mempercepat terjadinya proses pelapukan yang terjadi pada lapisan batuan yang lebih dalam lagi.

Kemudian pada tahap ini juga terjadi proses pencucian yang intensif. Air yang ter-infiltrasi(meresap) ke dalam lapisan – lapisan tanah membawa mineral – mineral yang ada di lapisan atas dan mengendapkannya pada lapisan – lapisan dibawahnya. Sehingga terbentuklah akumulasi mineral – mineral tertentu pada lapisan – lapisan tanah tertentu membentuk horizon tanah. Horizon – horizon tanah ini mengandung komposisi unsur serta karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Faktor Pembentukan Tanah

Ada beberapa faktor pembentukan tanah, diantaranya :

Iklim
 Suhu
Jika suhu semakin tinggi maka makin cepat pula reaksi kimia berlangsung.
 Curah Hujan
Makin tinggi curah hujan, makin tinggi pula tingkat keasaman tanah.

Bahan Induk
Yang dimaksud bahan induk adalah bahan penyusun tanah itu sendiri yang berupa batuan.

Organik
Bahan organaik berpengaruh dalam pembentukan warna dan zat hara dalam tanah.

Makhluk Hidup
Semua makhluk hidup berpengaruh. Baik itu jasad renik, tumbuhan, hewan bahkan manusia.

Topografi
Topografi alam dapat mempercepat atau memparlambat kegiatan iklim. Misalnya pada topografi miring membuat kecepatan air tinggi dan dapat meyebabkan terjadinya erosi.

Waktu
Lamanya bahan induk mengalami pelapukan dan perkembangan tanah memainkan peran penting dalam menentukan jenis tanah yang terbentuk.

Pembentukan Horizon – Horizon Utama Tanah

Tanah terdiri dari berbagai lapisan, lapisan yang terbentuk secara horizontal ini di sebut dengan Horizon. Dan lapisan – lapisan horizon ini terbentuk melalui beberapa tahapan, yaitu :

Tahap Pembentukan Horizon C

Tahap pembentukan Horizon C yaitu tahap pelapukan batuan menjadi tanah mineral, sebagai akibat dari efek komponen iklim terhadap batuan. Efek iklim ini mempengaruhi sifat fisik dan kimia batuan sehingga sifat dan atau kimia batuan berubah menjadi tanah mineral dengan indikator berbentuk Horizon C sebagai satu – satunya horizon. Horozon C dapat juga berasal dari translokasi dan deposisi bahan atau lapisan (horizon) tanah yang tererosi dari tempat lain yang disebut dengan bahan coluvium dan aluvium laut dan sungai.

Tahap pembentukan Horizon O atau Pertumbuhan Vegetasi

Pada tahap ini terjadi pertumbuhan vegetasi di atas horozon C, kemudian mati atau melepas sisa – sisa bagian tanaman yang mati, tertimbun di permukaan atau kemudian terdekomposisi menjadi humus atau tetap berupa seresah. Timbunan ini membentuk horizon O (organik) atau H (histik). Bahan organik dapat berasal dari sisa atau vegetasi yang tumbuh di atas horizon C tersebut atau berasal dari tempat lain.

Dengan demikian Horizon O ialah horizon timbunan bahan organik, berwarna gelap bila sudah terdekomposisi, terdapat dan terlihat adanya jaringan tumbuhan dan umumnya terletak di permukaan tanah, berstruktur lepas atau gembur (remah).

Tahap Pembentukan Horizon A

Horozon A terbentuk dari hasil percampuran antara tanah mineral dengan bahan organik yang dapat dilakukan oleh:
– Organisme tanah (dekomposisi dan mineralisasi serta metabolisme)
– Manusia (pengolahan tanah dan pemupukan)
– Proses alam lainya.

Ada korelasi positif antara tebalnya horizon O dan A, dengan banyaknya organisme tanah. Semakin mudah bahan organik tersebut dikomposisi dan dimineralisasi dan semakin banyak organisme tanah maka semakin tebal horizon A. Dengan demikian Horizon A ialah horizon permukaan tanah mineral yang berwarna gelap atau kehitaman, berstruktur gembur (crumb), bertekstur sedang hingga kasar, berpori makro lebih banyak daripada pori mikro (poros), konsistensinya lepas-lepas hingga agak teguh, mempunyai batas horizon cukup jelas dengan horizon yang ada di atas atau dibawahnya, terdapat banyak perakaran dan krotovinasi (lubang cacing atau bekas akar yang mati, yang telah terisi oleh bahan lain selain matrik tanah itu sendiri).

Tahap Pembentukan Horizon B

Horizon B adalah sub horizon tanah yang terbentuk dari adanya pencucian (elluviasi) koloid liat dan atau koloid organik pada horizon A hingga terbentuk horizon Albik (E) kemudian ditimbun pada horizon yang ada dibawahnya (illuviasi).

Dengan demikian Horizon B ialah horizon tanah dibawah permukaan (sub horizon) bertekstur gumpal atau prismatik atau tiang (kolumnar) berwarna lebih merah dari horizon lainnya. Berkonsistensi teguh hingga sangat teguh, dan berwarna lebih merah.

Gambar Lapisan Tanah (Horizon Tanah)

Gambar 1

Gambar 2

Profil tanah pada gambar di atas memperlihatkan beberapa lapisan tanah secara vertikal dari permukaan bumi (bagian atas) sampai batuan induk.
Berikut ini bagian – bagain lapisan tanah menutrut gambar 2 :
Horizon O, Bagian teratas yang kaya bahan – bahan organik berbentuk humus disebut bagian serasah.
Horizon A Lapisan tanah atas (top soil)
Horizon E (Eluviation layer), lapisan ini terbuat dari pasir dan lapisan lumpur
Horizon B (Sub Soil) yang terdiri dari lempung dan kandungan mineral seperti besi, alumunium, dll.
Horizon C (Regolith) merupakan lapisan bebatuan kecil yang terletak antara subsoil dengan bedrock.
Horizon R (Bed rock) merupkan bebatuan kasar yang merupkan bagian terbawah dari struktur tanah.

Kesimpulan

Tanah (Soil) adalah material hasil pelapukan yang menutupi batuan asalnya. Tanah terdiri dari bahan – bahan anorganik yang disebut mineral dan didapat dari batuan yang telah mengalami pelapukan, yang juga terbentuk akibat perubahan cuaca dan aktifitas berbagai mahluk hidup diatasnya seperti hewan dan tumbuhan.
Proses pembentukan tanah ini dibagi kedalam empat tahapan, yang juga dipengaruhi beberapa faktor seperti iklim, bahan induk, organik, makhluk hidup, topografi, dan waktu.
Tanah terdiri dari berbagai lapisan, lapisan yang terbentuk secara horizontal ini di sebut dengan Horizon. Bagian atas merupakan bagian yang kaya akan humus dan bagian terbawah merupkan batuan-batuan yang kasar. Lapisan – lapisan ini terdiri dari horizon O, horizon A, horizon B, horizon C, dan yang terletak paling bawah yaitu horizon R.

Daftar Pustaka

http://www.google.com

http://www.wikipedia.com

http://www.blogofgeo.wordpress.com

http://www.bwn123’s.weblog.com

2 gagasan untuk “Proses Pembentukan Tanah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s